Laman

Sabtu, 04 April 2009

Selayar Siapkan Terminal Bandara

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Selayar tahun depan akan membangun terminal penumpang di Bandara Aroepala.
Pembangunan terminal bandara ini untuk menunjang kelancara arus penumpang dari Selayar ke Makassar, Jakarta dan Surabaya. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kepulauan Selayar H Zubair Suyuthi mengatakan saat ini terminal penumpang yang ada tidak memadai lagi untuk menampung pengguna jasa penerbangan pesawat jenis Fokker berpenumpang 80-100 orang.

“Padahal landasan bandara tersebut sudah ditingkatkan dari 900 meter menjadi 1,6 kilometer dengan dana miliaran rupiah dari APBN dan APBD,” kata Zubair di Makassar,kemarin. Pembangunan terminal penumpang tersebut akan dijadikan satu paket dengan peningkatan jalan poros masuk ke bandara tersebut sepanjang kurang lebih lima kilometer.

Saat ini, terminal penumpang tersebut kondisinya memprihatinkan karena selain berlubang-lubang juga aspalnya retak-retak. Menurut Zubair, jika sarana dan prasarana pendukung bandara tersebut sudah dibangun dan diperbaiki,masyarakat kepulauan Selayar yang selama ini banyak bepergian ke Makassar dengan menggunakan kapal fery akan beralih menggunakan pesawat.

Apabila menggunakan pesawat, jarak Selayar-Makassar hanya memerlukan waktu 40 menit.Adapun harga tiket pesawat jenis Casa berpenumpang 20 orang atau Fokker sekitar Rp200.000/orang. Namun, apabila menggunakan kapal fery yang mampu mengangkut sekitar 10 bus diperlukan 7-8 jam dengan biaya Rp125.000/orang.

Hanya saja,ujarnya,pengguna jasa penerbangan selama ini belum begitu banyak karena jadwal penerbangan dari Makassar-Selayar hanya dua kali seminggu dengan pesawat Casa. Penerbangan langsung dari Selayar ke Surabaya dan Jakarta selama ini belum dibuka meskipun waktu tempuh lebih singkat dibanding Makassar-Jakarta selama dua jam.

Menurut dia, Bandara Aroepala Selayar bisa menjadi bandara transit pada saat cuaca buruk melanda Makassar sehingga pesawat dialihkan ke Bali yang jaraknya lebih jauh dibanding jika mendarat di Selayar. Pesawat harus kembali ke pulau dewata, dan tidak transit di Selayar karena tidak tersedia tempat penampungan bahan bakar avtur di bandara tersebut.

Padahal landasan pacu sudah mulus dan termasuk bandara pantai sama dengan Bandara Sepinggan, Balikpapan. Kabupaten Selayar yang terpisah dari daratan Sulawesi Selatan, lanjutnya, memiliki potensi wisata bahari dengan obyek wisata andalan Taman Nasional Takabonerate yang memiliki beragam biota laut.

Potensi ini belum banyak dilirik wisatawan mancanegara (wisman), padahal taman ini lebih indah dari Bunaken, Sulawesi Utara. Hal tersebut disebabkan fasilitas transportasi laut belum memadai serta waktu yang diperlukan untuk menuju Kecamatan Kayuadi,ibukota kecamatan kepulauan itu cukup lama yakni 2-3 jam dengan menumpang speedboat.

Wisman juga dapat melakukan aktivitas menyelam di kawasan Takabonerate yang memiliki luas areal 340 hektare (ha).Karena itu,katanya, jika pemerintah pusat dan Provinsi Sulsel memberi dukungan dana untuk membangun landasan perintis di kecamatan kepulauan Takabonerate, kunjungan wisman dari berbagai negara akan meningkat.

1 komentar:

andi mengatakan...

Sebagai daerah yang bisa dibilang tidak terlalu luas ini cukup membanggakan buat saya, karena alamnya yang indah. Namun sebagian orang belum mengetahuinya karena kurangnya publikasi kepada daerah lain. Pernah, suatu waktu saya ditanyakan daerah asal saya, lalu saya bilang, "saya berasal dari kab. Selayar". Orang tersebut terkaget seakan belum pernah mengenal daerah tersebut. Ini menimbulkan keprihatinan bagi saya bagaimana bisa daerah yang baharinya terkenal di dunia orang domestik aja belum tau. Kasian....! Saya cuma berharap pemerintah dan tentunya dukungan dari masyarakat dapat membantu berkembangnya daerah tercinta kita.