Senin, 17 Oktober 2011
Drs. H. Syahrir Wahab, MM Butuhkan, Peran Aktif Kalangan Pers

Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, Drs. H. Syahrir Wahab, MM, meminta peran aktif insan pers lokal, untuk dapat memeriahkan penyelenggaraan lomba karya tulis ilmiah yang dirangkaikan dengan kegiatan Takabonerate Island Expedition III, tahun 2011.
Dua nama wartawan lokal yang mengemuka, dan disebut-sebut, bupati untuk dijadikan peserta dalam kompetisi lomba penulisan karya ilmiah tersebut, masing-masing an. Fadly Syarif & Ir. Supardi Idris.
Ungkapan tersebut dilontarkan Syahrir Wahab dihadapan peserta rapat pemantapan panitia Takabonerate Island Expeditio III yang dipusatkan di Baruga Rumah Jabatan Sapo Lohe (Rujab bupati, red) beberapa malam lalu.
Mendasari petunjuk bupati, “Kabag Humas Setda, Drs. Gunawan Redha dengan cekatan, langsung menyampaikan amanah tersebut, kepada masing-masing yang bersangkutan dalam sebuah kesempatan pertemuan di ruang Kasubag Pemberitaan Humas & Protokoler Setda Kepulauan Selayar. (*)
Rabu, 05 Oktober 2011
Kementrian Pertanian & Pemkab Kepulauan Selayar Rampungkan Pembangunan Balai Besar Karantina Pertanian

Tepat pertengahan tahun anggaran 2011, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, bekerjasama dengan Kementrian Pertanian dan Balai Besar Karantina Pertanian Makassar berhasil merampungkan kegiatan pembangunan gedung Balai Besar Karantina Pertanian Wilker Selayar.
Kegiatan pembangunan gedung ini sendiri dipusatkan di jalur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar dengan menggunakan anggaran pembangunan dan belanja daerah Pemprov Sulsel.
Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar, H. Saiful Arif, SH menjelaskan, “pembangunan infrastruktur dasar Balai Besar Karantina Pertanian Wilker Selayar sangat diharapkan akan dapat menunjang percepatan pelayanan operasional karantina pertanian dalam mendukung swasembada dan swasembada berkelanjutan serta akselerasi ekspor Sulawesi-Selatan”.
Terutama dalam rangka mengantisipasi rusaknya kelestarian sumber daya alam yang diakibatkan oleh ancaman serangan HPHK dan OPTK yang dampaknya sangat merugikan bangsa dan negara.
Dikatakannya, serangan HPHK dan OPTK akan sangat mempengaruhi naik turunnya hasil produksi budi daya hewan dan tumbuhan, baik kuantitas maupun kualitas. Hal lain yang perlu diantisipasi dari serangan HPHK dan OPTK kata Saiful adalah, “musnahnya jenis-jenis hewan atau tumbuhan bernilai ekonomis dan ilmiah tinggi”, tandasnya. (fadly sang journalis)
Senin, 19 September 2011
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak Mengintai Masyarakat Kecamatan Pasimarannu
Dalam dua pekan terakhir kelangkaan bahan bakar minyak jenis bensin dan solar kembali mengintai masyarakat Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan.
Akibatnya, perusahaan listrik daerah unit Kecamatan Pasimarannu dengan terpaksa harus melakukan pemadaman listrik total selama semalaman suntuk. Meski pemadaman tersebut sempat berbuntut memacetkan sejumlah industri rumah tangga, sebut saja industri pengolahan es batu yang sehari-harinya menjadi tumpuan terakhir masyarakat nelayan pesisir tradisional di wilayah itu.
Selain berdampak memacetkan industri rumah tangga, lebih jauh kelangkaan bahan bakar minyak ini juga sempat mengakibatkan tidak beroperasinya empat pedagang bahan bakar minyak eceran di daerah tersebut.
Bahkan, tidak sedikit pula warga nelayan pesisir yang lebih memilih menggantung perahu dan jaring di bawah kolong rumah sembari menantikan kembali normalnya pasokan bahan bakar minyak ke Kecamatan Pasimarannu.
Saat ini, harga BBM jenis bensin di Kecamatan Pasimarannu mulai melambung tinggi sampai Rp. 9000/liternya dan tidak lagi sesuai dengan ketentuan harga eceran tertinggi yang ditetapkan oleh PT. Pertamina. (fadly)
Kamis, 19 Mei 2011
Diskopuindag Tamben Kepulauan Selayar Dapat Kehormatan Dari Kementerian Perindustrian RI

Dinas Koperasi, Perindustrian, Pertambangan dan Energi Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan mendapat kehormatan dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah sebagai salah satu kabupaten/kota yang dinilai memiliki kompetensi untuk menjadi panitia seleksi calon penerima penghargaan Upakarti 2011.
Sebagai buktinya, belum lama ini, Dinas Koperasi, Perindustrian, Pertambangan, dan Energi Kabupaten Kepulauan Selayar telah menerima paket kiriman berupa dua buah buku yang terdiri dari buku pedoman umum penyelenggaraan penghargaan dan buku pengusulan hasil seleksi serta penilaian calon penerima penghargaan Upakarti 2011.
Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Dr. Ir. Busharmaidi, MS menandaskan, buku ini merupakan panduan dalam penyelenggaraan penganugerahan Upakarti, baik pada level panitia pusat maupun panitia daerah.
Dengan diterbitkannya kerangka acuan dimaksud, seluruh panitia diharapkan memiliki pemahaman dan pengertian yang sama tentang kategori, kriteria dan unsur-unsur penilaian calon penerima penghargaan yang akan diusulkan. Pihaknya berharap, penyelenggaraan Upakarti tahun ini akan dapat berjalan lebih lancar dan efektif dari tahun-tahun sebelumnya.
Bila perlu, calon penerima penghargaan benar-benar terseleksi dengan baik, sehingga sasaran yang diharapkan dapat tercapai, jelas, Ir. Busharmaidi, MS, melalui Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Pertambangan dan Energi Kabupaten Kepulauan Selayar, H. Rustam Nur, SE. (*)
Laka Lantas Kembali Telan Korban di Selayar
Laka lantas kembali menelan korban di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel. Setelah sebelumnya, sebuah sepeda motor merk Xecon warna merah DD. 3773 JC yang melintas di ruas jalan Jenderal Sudirman bertubrukan dengan sebuah sepeda. Akibat kecelakaan naas tersebut, sepeda motor merk Xecon yang dikendarai korban harus mengalami ringsek berat pada bagian depan.
Tiga personil lantas yang tiba di TKP, langsung mengevakuasi kendaraan milik korban Mako Polres Kepulauan Selayar untuk kepentingan proses penyidikan lebih lanjut. Sementara itu, pemilik motor sendiri masih harus menjalani perawatan intensif di ruang instalasi gawat darurat RSUD setempat, akibat luka yang dideritanya.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi yang jelas mengenai identitas pemilik motor maupun pemilik sepeda yang menjadi korban tabrakan hari Kamis, (14/5) sekira pukul 20.00 Wita itu. Jelasnya, pecahan lampu motor masih tampak berserakan di sekitar TKP.
Kendati, tidak korban jiwa dalam peristiwa yang berlangsung malam Jum’at naas ini. Akan tetapi, kerugian ditaksir mencapai ratusan ribu rupiah. (*)
Tiga personil lantas yang tiba di TKP, langsung mengevakuasi kendaraan milik korban Mako Polres Kepulauan Selayar untuk kepentingan proses penyidikan lebih lanjut. Sementara itu, pemilik motor sendiri masih harus menjalani perawatan intensif di ruang instalasi gawat darurat RSUD setempat, akibat luka yang dideritanya.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi yang jelas mengenai identitas pemilik motor maupun pemilik sepeda yang menjadi korban tabrakan hari Kamis, (14/5) sekira pukul 20.00 Wita itu. Jelasnya, pecahan lampu motor masih tampak berserakan di sekitar TKP.
Kendati, tidak korban jiwa dalam peristiwa yang berlangsung malam Jum’at naas ini. Akan tetapi, kerugian ditaksir mencapai ratusan ribu rupiah. (*)
Rabu, 18 Mei 2011
Terkait Penanganan Gizi Buruk Bupati Selayar Kumpulkan Kepala Desa

Bupati Selayar, Drs. H. Syahrir Wahab, MM merasa tertampar menyusul ditemukannya tujuh penderita gizi buruk di daerah yang dikenal kaya ikan tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Selayar, Syamsuddin Sulaeman, pun jadi sasaran tembak. Dia dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kasus gizi buruk tadi.Syahrir bahkan langsung memanggil Syamsuddin ke ruang ke ruang kerjanya, kemarin. Informasi yang diperoleh, Syahrir sempat naik pitam dan menilai jajarannya kurang tanggap sehingga warganya menderita gizi buruk. “Ya wajarlah bupati marah-marah. Dia kan atasan saya,” kata Syamsuddin, Senin, 17 Maret.
Syamsuddin mengungkap, bupati juga menjadwalkan Senin pekan depan, akan mengumpulkan seluruh kepala desa, lurah, kepala puskesmas dan jajaran terkait lainnya untuk membicarakan penanganan dan antisipasi dini terkait gizi buruk. Syahrir menegaskan, agar dinas terkait lebih serius mengantisipasi, jangan sampai penderita bertambah atau meninggal dunia.
Dijelaskan Syamsuddin, sebenarnya tujuh penderita gizi buruk itu sudah lama dipantau oleh Dinas Kesehatan. Setiap saat, pihaknya rajin memberikan bantuan seperti susu, biskuit dan makanan tambahan lainnya. Hanya saja, dia berdalih untuk memulihkan kondisi penderita dibutuhkan waktu yang lama.
Sedangkan 35 penderita lainnya yang sudah diidentifikasi, itu belum masuk kategori gizi buruk. “Memang berat badannya berada di bawah garis merah atau tidak normal. Tetapi mereka sudah kita pantau terus dan memberikan bantuan asupan makanan sehingga kondisinya pulih,” kata dia, kemarin.
Sebelumnya dilaporkan, Komisi B DPRD Selayar menemukan tujuh penderita gizi buruk kronis di dua kecamatan; Bonto Manai dan Bontomatene. Ketujuh penderita itu punya ciri-ciri yang sama, perut buncit dan mata melotot. Berat badannya dibawah batas normal. (sumber : fajar online)
Langganan:
Postingan (Atom)