1. Bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari BPPT kerjasama Pemerintah Kabupaten Selayar 200 unit.
2. Bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebanyak 150 unit dari Kementrian PDT.
3. Bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebanyak 115 unit dari Menteri Perikanan dan Kelautan.
4. Bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebanyak 200 unit dari Dirjen Lisrik ESDM.
Tahun 2007 :
1. Bantuan mesin peralatan jarak pagar satu set ( enam mesin pemeras dan satu mesin pemurnian ) dari Departemen Perindustrian.
2. Bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebanyak 1.291 unit dari Departemen ESDM dan 98 unit dari Kementrian PDT.
Tahun 2008 :
1. Bantuan mesin / peralatan industri perikanan 2 (dua) set dari Menteri Perindustrian.
2. Bantuan Pembangunan Pasar percontohan 1 (satu) unit dari Departemen Perdagangan R.I.
3. Bantuan mesin / pengolahan jambu mete sumber Menteri Perindustrian R.I.
4. Bantuan fasilitas kompotensi ini daerah dari Departemen Perindustrian R.I
5. Bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
6. Bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebanyak 97 unit dari kementrian PDT dan 50 unit dari Dirjen Listrik ESDM.
Sabtu, 04 April 2009
Janji Membangun Infrastruktur PPI Bonehalang
KEPULAUAN SELAYAR: Jiwa pelaut dan jiwa bahari yang tergolong masih langka dengan kondisi potensi dan yang sangat menjajikan, perlu untuk dipupuk warga Kabupaten Kepulauan Selayar, tidak semata-mata berkeinginan menjadi PNS.
Sebagai ciri khas daerah kepulauan, ruang yang ada di Selayar cukup menjanjikan di sektor kebaharian, pengelolaan perikanan dan kelautan, tinggal bagaimana ada perhatian dari pemkab sendiri. Salah satu motivasinya adalah menjadikan Selayar sebagai pusat perusahaan kebaharian.
Hal itu disampaikan Direktorat Jenderal Perikanan (Dirjenkan), Dr Ir Ali Supardan MSc, di dampingi 7 orang lainnya, saat melakukan kunjungan di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Dikatakan bahwa setelah diadakan peninjauan di lapangan tentang fasilitas pendaratan ikan di PPI Bonehalang, memang belum selesai dan akan dilakukan pengkajian secara bersama. "Yang jelas Departemen Perikanan dan Kelautan akan membantu Pemkab Kepulauan Selayar tahun ini," janjinya.
Diakui bahwa memang sudah ada usulan yang masuk, seperti dengan usulan beberapa perlengkapan infastruktur di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) serta penambahan pabrik es dan penambahan kolam pelabuhan.
Kedatangan Dirjen Perikanan Tangkap, Ali Supardan, bersama rombongan diterima Bupati Kepulauan Selayar, Drs H Syahrir Wahab MM, bersama beberapa pejabat teras pemkab.
Ali Supardan bersama rombongan juga melakukan peninjauan di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pesisir Tanadoang, kemudian melakukan peninjauan di SMK Negeri II Benteng, Bidang Pelayaran, Perikanan dan Kelautan. Terakhir peninjauan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Bonehalang. Dirjen Ali Supardan bersama rombongan, juga sempat menyaksikan beberapa ekor ikan Napoleon hasil tangkapan nelayan lokal Selayar.
Kedatangan Dirjenkan Dep DKP RI, di Kepulauan Selayar, kata Kadis DPK Kepulauan Selayar, Marjani Sultan MSi, membawa dampak positif bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Selayar, terutama pengelolaan potensi perikanan dan kelautan, dengan harapan Kabupaten Kepulauan Selayar secara perlahan keluar dari predikat daerah tertinggal diantara 199 kabupaten kota tertinggal di Indonesia.
Sebagai ciri khas daerah kepulauan, ruang yang ada di Selayar cukup menjanjikan di sektor kebaharian, pengelolaan perikanan dan kelautan, tinggal bagaimana ada perhatian dari pemkab sendiri. Salah satu motivasinya adalah menjadikan Selayar sebagai pusat perusahaan kebaharian.
Hal itu disampaikan Direktorat Jenderal Perikanan (Dirjenkan), Dr Ir Ali Supardan MSc, di dampingi 7 orang lainnya, saat melakukan kunjungan di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Dikatakan bahwa setelah diadakan peninjauan di lapangan tentang fasilitas pendaratan ikan di PPI Bonehalang, memang belum selesai dan akan dilakukan pengkajian secara bersama. "Yang jelas Departemen Perikanan dan Kelautan akan membantu Pemkab Kepulauan Selayar tahun ini," janjinya.
Diakui bahwa memang sudah ada usulan yang masuk, seperti dengan usulan beberapa perlengkapan infastruktur di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) serta penambahan pabrik es dan penambahan kolam pelabuhan.
Kedatangan Dirjen Perikanan Tangkap, Ali Supardan, bersama rombongan diterima Bupati Kepulauan Selayar, Drs H Syahrir Wahab MM, bersama beberapa pejabat teras pemkab.
Ali Supardan bersama rombongan juga melakukan peninjauan di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pesisir Tanadoang, kemudian melakukan peninjauan di SMK Negeri II Benteng, Bidang Pelayaran, Perikanan dan Kelautan. Terakhir peninjauan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Bonehalang. Dirjen Ali Supardan bersama rombongan, juga sempat menyaksikan beberapa ekor ikan Napoleon hasil tangkapan nelayan lokal Selayar.
Kedatangan Dirjenkan Dep DKP RI, di Kepulauan Selayar, kata Kadis DPK Kepulauan Selayar, Marjani Sultan MSi, membawa dampak positif bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Selayar, terutama pengelolaan potensi perikanan dan kelautan, dengan harapan Kabupaten Kepulauan Selayar secara perlahan keluar dari predikat daerah tertinggal diantara 199 kabupaten kota tertinggal di Indonesia.
Muat BBM Ilegal, Kapal Asal Selayar Ditangkap
Makassar, Tribun -- Sebuah kapal motor asal Kabupaten Selayar ditangkap aparat Kepolisian Perairan (Polair) Polda Sulawesi Selatan, Jumat (20/3). Penangkapan ini menyusul kapal bernama Elfaiha itu mengangkut kurang lebih 25 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang tidak disertai dokumen resmi.
Kapal motor dan empat anak buah kapal (ABK) tersebut ditahan di Markas Polair Polda Sulsel. Hingga tadi malam, para ABK itu dimintai keterangannya.
"Kapal Elfaiha ini ditangkap di sekitar Perairan Bulukumba sekitar pukul 10.00 wita tadi," ungkap Kapten KM Tekukur AKP Toni Sinaga, yang memimpin penangkapan kapal tersebut, kemarin.
Sementara itu, nahkoda kapal yang ditangkap, Syarifuddin (30), mengaku bahwa solar yang diangkutnya itu berasal dari Kota Makassar. BBM ini awalnya diangkut melaui jalur darat menuju Kabupaten Bulukumba. Hanya saja saat akan dibawa ke Selayar kapal tersebut ditahan polisi setempat.
Syarifuddin juga mengaku dirinya tidak menahu siapa pemilik BBM tersebut. "Saya hanya bertugas mengangkut barang tersebut dari Bulukumba ke Selayar dan setelah itu saya menerima upah," ujarnya.
Hanya saja Syafruddin enggan menyebutkan berapa jumlah nominal upah yang ia terima dari majikannya. Syafruddin mengakui bahwa pekerjaan tersebut sudah bertahun-tahun digeluti.
Secara terpisah Kasubdit Bin Operasional Polair Polda Sulsel AKBP I M Sunarta mengatakan bahwa hingga tadi malam pihaknya masih terus menyelidiki perkembangan kasus tersebut.
"Kami akan menyelidiki lebih mendalam kasus ini. Tersangka akan dikenakan pasal 53 hurup b Undang-undang RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas," ujar Sunarta.
Pelanggaran di Laut Marak
PELANGGARAN hukum yang terjadi di sekitar perairan Makassar dan sekitarnya, termasuk sekitar Selayar, terbilang marak. Baik pelanggaran terkait illegal fishing maupun pengangkatan BBM ilegal. Hal ini diakui Kasubdit Bin Operasional Polair Polda Sulsel AKBP I M Sunarta.
Dua hari sebelumnya, Direktorat Kepolisian Air Polda Sulsel menangkap dua unit kepal nelayan asal Kabupaten Pangkep. Keduanya ditangkap karena diduga kuat menggunakan bahan peledak saat menangkap ikan.
Kedua kapal tersebut adalah Kapal Layar Motor (KLM) Erwin Jaya dan Kapal Motor Nelayan (KMN) Cinta Makka. Aksi yang dilakukan oleh kedua nelayan tersebut dinilai telah melanggar UU no 33 Tahun 2004 tentang perikanan dan Pasal 55 dan 53 KUHP, ancaman hukuman maksimalnya enam tahun penjara dan denda Rp 2 miliar. (cr3)
Kapal motor dan empat anak buah kapal (ABK) tersebut ditahan di Markas Polair Polda Sulsel. Hingga tadi malam, para ABK itu dimintai keterangannya.
"Kapal Elfaiha ini ditangkap di sekitar Perairan Bulukumba sekitar pukul 10.00 wita tadi," ungkap Kapten KM Tekukur AKP Toni Sinaga, yang memimpin penangkapan kapal tersebut, kemarin.
Sementara itu, nahkoda kapal yang ditangkap, Syarifuddin (30), mengaku bahwa solar yang diangkutnya itu berasal dari Kota Makassar. BBM ini awalnya diangkut melaui jalur darat menuju Kabupaten Bulukumba. Hanya saja saat akan dibawa ke Selayar kapal tersebut ditahan polisi setempat.
Syarifuddin juga mengaku dirinya tidak menahu siapa pemilik BBM tersebut. "Saya hanya bertugas mengangkut barang tersebut dari Bulukumba ke Selayar dan setelah itu saya menerima upah," ujarnya.
Hanya saja Syafruddin enggan menyebutkan berapa jumlah nominal upah yang ia terima dari majikannya. Syafruddin mengakui bahwa pekerjaan tersebut sudah bertahun-tahun digeluti.
Secara terpisah Kasubdit Bin Operasional Polair Polda Sulsel AKBP I M Sunarta mengatakan bahwa hingga tadi malam pihaknya masih terus menyelidiki perkembangan kasus tersebut.
"Kami akan menyelidiki lebih mendalam kasus ini. Tersangka akan dikenakan pasal 53 hurup b Undang-undang RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas," ujar Sunarta.
Pelanggaran di Laut Marak
PELANGGARAN hukum yang terjadi di sekitar perairan Makassar dan sekitarnya, termasuk sekitar Selayar, terbilang marak. Baik pelanggaran terkait illegal fishing maupun pengangkatan BBM ilegal. Hal ini diakui Kasubdit Bin Operasional Polair Polda Sulsel AKBP I M Sunarta.
Dua hari sebelumnya, Direktorat Kepolisian Air Polda Sulsel menangkap dua unit kepal nelayan asal Kabupaten Pangkep. Keduanya ditangkap karena diduga kuat menggunakan bahan peledak saat menangkap ikan.
Kedua kapal tersebut adalah Kapal Layar Motor (KLM) Erwin Jaya dan Kapal Motor Nelayan (KMN) Cinta Makka. Aksi yang dilakukan oleh kedua nelayan tersebut dinilai telah melanggar UU no 33 Tahun 2004 tentang perikanan dan Pasal 55 dan 53 KUHP, ancaman hukuman maksimalnya enam tahun penjara dan denda Rp 2 miliar. (cr3)
Pariwisata Selayar Diakui Masih Tertinggal

SELAYAR -- Percepatan pembangunan pariwisata Kabupaten Selayar diakui masih sangat lambat dan tertinggal dari daerah lain. Padahal, potensi untuk pengembangannya sangat besar karena didukung oleh alam Selayar yang asri.
Hal itu dikemukakan oleh Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata, Seni dan Budaya, Kabupaten Selayar, Drs. Rahmanuddin, DM ketika berbicara di depan para wartawan di daerah itu, di Benteng, Jumat pekan lalu.
Rahmuddin yang didampingi Kabag Humas Pemkab, Drs. Salewang, menambahkan bahwa banyak faktor yang membuat sektor pariwisata Selayar tak bisa bersaing dengan baik. ''Yang pertama tentu saja transportasi untuk kemudahan mengunjungi Selayar. Saat ini, ada dua jalur untuk mencapai Selayar yaitu dengan ferry dan pesawat terbang. Untuk sementara memang, ferry masih menjadi andalan rata-rata pengunjung yang ingin ke Selayar karena intensitas pelayarannya yang teratur. Beda dengan pesawat yang masih tiga kali dalam sepekan,'' katanya.
Untuk itu, kedepannya Dinas Pariwisata akan berusaha menggenjot berbagai sektor wisata yang diharapkan dapat menarik kunjungan wisata ke Selayar. ''Sebab seberapa sulitpun transportasi ke sini, para turis itu juga tetap akan ke Selayar karena ada keunikan yang kita jual di sini,'' ujarnya.
Ia berharap, maskapai penerbangan yang menerbangi rute Makassa - Selayar bisa menambah waktu terbangnya agar lebih banyak lagi orang yang daerah ini. ''Jika jadwalnya ditambah tentu akan lebih banyak lagi orang yang berkunjung ke Selayar. Otomatis, hal itu akan menambah kencang perputaran ekonomi di sini,'' tukasnya.
Selayar, Tana Doang Silajarakku,,Silajarakmu,,Silajaratta

Silajarakku,,Silajarakmu,,Silajaratta (Selayarku, Selayarmu, Selayar KITA)
29 November merupakan hari istimewa bagi kabupaten selayar. Kabupaten yang dikenal dengan sebutan tana doang ini memiliki legenda tersendiri. Pemberian nama tana doang bukan tanpa cerita yang sakral. Konon, nama tana doang ini berasal dari kebiasaan masyarakat selayar yang selalu berdoa. Ketika seorang penduduknya hendak berangkat ke luar dari tanah selayar (merantau), seluruh masyarakat selayar akan melakukan ritual doa bersama agar dia selamat tiba di tujuan dan dapat kembali ke Selayar dengan lancar. Selain kisah ini, ada pula yang menyatakan bahwa nama tana doang ini berasal dari bentuk pulau Selayar yang berbentuk udang (doang adalah sebutan untuk udang dalam bahasa daerah Selayar) jika dipotret dari udara. Bahkan sebagian besar masyarakat Selayar mempercayai bahwa Selayar dilindungi oleh udang raksasa dari berbagai bencana. Tidak ada satu orang pun yang bisa mengabaikan kisah-kisah di atas. Karena Selayar memiliki sejarahnya sendiri berdasarkan pandangan orang-orang yang mencintainya dan ingin memuliakannya sebagai tanah yang memiliki manfaat bagi umat manusia. Meskipun ada juga yang tidak mempercayai kisah di atas namun legenda tana doang tetap membekas di hati siapapun yang memiliki darah Selayar.
Selayar adalah sebuah pulau kecil yang dengan segala kesederhanaannya mampu menjadi sebuah “negara” kecil yang bersahaja dengan nilai-nilai tradisional yang masih melekat dalam keseharian masyarakatnya. Kota Benteng sebagai ibukota dari Selayar beranjak menjadi kupu-kupu indah setelah bergelut dengan kasus-kasus yang cukup mencoreng indahnya warna kepompong tana doang ini. Yah, kupu-kupu ini sedang mencari arah kebijakan yang bisa menampung seluruh aspirasi masyarakatnya. Selayar memang indah karena dikelilingi oleh lautan yang menyapu tepinya seperti belaian seorang ibu pada bayinya. Selayar memang penuh dengan kesakralan,,penuh dengan legenda-legenda yang entah dikarang oleh siapa. Yang pasti selayar bukan sekedar tanah (jika kita mengartikan tana doang sebagai tanah saja). Ada ruh dan semangat para leluhur yang masih setia menyelimuti tana doang ini. Ruh ini mungkin akan terkikis oleh kemajuan peradaban namun mungkin pula akan tetap hadir dalam kisi-kisi hati setiap generasi yang dilahirkan dan berpijak di tana doang ini.
Selamat Hari Lahir Selayarku…semoga motto Silajarakku,,Silajarakmu,,Silajaratta tetap terpatri dalam ruang hati setiap manusia yang mengaku lahir,,hidup dan akhirnya menutup mata di tana doangmu. Amin.
Puting Beliung Terjang Selayar
Puting beliung memporak-porandakan pemukiman warga dan pepohonan di pesisir pantai barat Kabupaten Selayar. Terjangan angin tersebut mengakibatkan dua warga tewas dan ratusan rumah rusak.
Angin kencang tersebut menyapu wilayah ini dalam dua hari berturut-turut yakni sejak Selasa (13/1) dan Rabu (14/1). Satu hari mereda, kemarin puting beliung kembali menerjang daerah kepulauan ini. Dua warga yang tewas tersebut bernama Sarimulli, 42, warga Desa Polebunging,Kecamatan Bonto Manai dan seorang warga Desa Bonto Dokko, Kecamatan Bonto Mate’- ne yang belum diketahui namanya. Kedua korban ini tewas tertimpa pohon kelapa saat puting beliung melanda daerah ini yang terjadi sekitar pukul 10.00 Wita, Selasa (13/1) lalu.
Selain menewaskan dua warga, terjangan puting beliung ini juga menyapu ratusan rumah warga di lima kecamatan. Akibatnya,ratusan rumah warga yang berbentuk rumah panggung ini menjadi rusak dan nyaris roboh. Sekitar pukul 10.00 Wita kemarin,puting beliung kembali menghamtam wilayah ini. Akibat terjangan ini semakin banyak rumah panggung yang rusak.Namun demikian, belum diketahui secara pasti nilai kerugian akibat terjangan angin ini.
“Ratusan rumah penduduk yang nyaris rusak tersebut berada di lima kecamatan yakni Kecamatan Bonto Mate’ne, Bonto Manai, Bonto Sikuyu, Bukit, dan Kecamatan Benteng,” kata Kepala Kesatuan Bangsa dan Lingkungan Masyarakat (Kesbang dan Linmas) Kabupaten Selayar Hisbullah ketika dihubungi melalui ponselnya,kemarin. Informasi yang dihimpun SINDO menyebutkan, aparat Pemkab Selayar kemarin memerintahkan kepada ratusan warga agar terus mewaspadai terjadinya angin kencang susulan.
Disebutkan warga di lima kecamatan yang tersapu angin tersebut terpaksa mendirikan tenda darurat tak jauh dari pemukiman mereka. Sebagian dari mereka masih takut kembali ke rumah. Hisbullah mengatakan, para korban hingga kemarin masih enggan kembali ke rumahnya. Mareka masih tetap berada di tenda darurat, namun sebagian dari mereka sudah mulai memperbaiki rumahnya yang rusak. “Petugas juga baru melakukan pendataan yang nantinya akan dilaporkan ke Pemkab untuk selanjutnya diberikan bantuan,”kata Hisbullah.
Sementara itu, dua warga yang tewas tertimpa pohon tersebut sudah dimakamkan. Pemkab Selayar sudah memberikan santunan kepada keluarga korban. “Pemkab memberikan santunan masing- masing sebesar Rp1,5 juta. Pemkab juga menyatakan turut berduka atas musibah yang melanda para warga tersebut,” kata Hisbullah yang juga Ketua Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Selayar ini.
Camat Bonto Mate’ne Munir mengatakan,pihaknya masih melakukan pendataan setiap warga yang rumahnya rusak.“ Setelah kami melakukan pendataan, selanjutnya petugas kecamatan segera melaporkan ke Pemkab yang nantinya diberikan sumbangan untuk perbaikan rumah,”kata Munir di Selayar,kemarin. (SINDO-baharuddin)
Angin kencang tersebut menyapu wilayah ini dalam dua hari berturut-turut yakni sejak Selasa (13/1) dan Rabu (14/1). Satu hari mereda, kemarin puting beliung kembali menerjang daerah kepulauan ini. Dua warga yang tewas tersebut bernama Sarimulli, 42, warga Desa Polebunging,Kecamatan Bonto Manai dan seorang warga Desa Bonto Dokko, Kecamatan Bonto Mate’- ne yang belum diketahui namanya. Kedua korban ini tewas tertimpa pohon kelapa saat puting beliung melanda daerah ini yang terjadi sekitar pukul 10.00 Wita, Selasa (13/1) lalu.
Selain menewaskan dua warga, terjangan puting beliung ini juga menyapu ratusan rumah warga di lima kecamatan. Akibatnya,ratusan rumah warga yang berbentuk rumah panggung ini menjadi rusak dan nyaris roboh. Sekitar pukul 10.00 Wita kemarin,puting beliung kembali menghamtam wilayah ini. Akibat terjangan ini semakin banyak rumah panggung yang rusak.Namun demikian, belum diketahui secara pasti nilai kerugian akibat terjangan angin ini.
“Ratusan rumah penduduk yang nyaris rusak tersebut berada di lima kecamatan yakni Kecamatan Bonto Mate’ne, Bonto Manai, Bonto Sikuyu, Bukit, dan Kecamatan Benteng,” kata Kepala Kesatuan Bangsa dan Lingkungan Masyarakat (Kesbang dan Linmas) Kabupaten Selayar Hisbullah ketika dihubungi melalui ponselnya,kemarin. Informasi yang dihimpun SINDO menyebutkan, aparat Pemkab Selayar kemarin memerintahkan kepada ratusan warga agar terus mewaspadai terjadinya angin kencang susulan.
Disebutkan warga di lima kecamatan yang tersapu angin tersebut terpaksa mendirikan tenda darurat tak jauh dari pemukiman mereka. Sebagian dari mereka masih takut kembali ke rumah. Hisbullah mengatakan, para korban hingga kemarin masih enggan kembali ke rumahnya. Mareka masih tetap berada di tenda darurat, namun sebagian dari mereka sudah mulai memperbaiki rumahnya yang rusak. “Petugas juga baru melakukan pendataan yang nantinya akan dilaporkan ke Pemkab untuk selanjutnya diberikan bantuan,”kata Hisbullah.
Sementara itu, dua warga yang tewas tertimpa pohon tersebut sudah dimakamkan. Pemkab Selayar sudah memberikan santunan kepada keluarga korban. “Pemkab memberikan santunan masing- masing sebesar Rp1,5 juta. Pemkab juga menyatakan turut berduka atas musibah yang melanda para warga tersebut,” kata Hisbullah yang juga Ketua Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Selayar ini.
Camat Bonto Mate’ne Munir mengatakan,pihaknya masih melakukan pendataan setiap warga yang rumahnya rusak.“ Setelah kami melakukan pendataan, selanjutnya petugas kecamatan segera melaporkan ke Pemkab yang nantinya diberikan sumbangan untuk perbaikan rumah,”kata Munir di Selayar,kemarin. (SINDO-baharuddin)
Ferry Ardiansyah Kepergok Pacaran

Dua bintang muda, Ferry Ardiansyah dan Nuri Maulida nampaknya masih-masih malu mengakui jalinan asmara mereka. Namun terbukti saat hadir pada pemutaran perdana film Medley beberapa hari lalu, Fery dan Nuri sebenarnya datang berdua dan terlihat mesra. Cuma sewaktu kepergok oleh wartawan yang meliput acara tersebut, Fery dan Nuri langsung memisahkan diri.
Malah, Nuri yang di wawancarai soal hubungannya dengan Ferry seperti salah tingkah.
"Kebetulan saya kenal sama temen yang main di sini, diundang. Jadi dateng bareng. Aku gandengan sama temen, papar Nuri.
Nampaknya kenangan pahit masa lalulah yang membuat pasangan ini masih malu-malu. Saat ini Fery dan Nuri mencoba untuk mengubur kenangan bersama mantan pacar masing-masing. Kini mereka mencoba merenda hati yang baru.
"Namanya pasangan, ada kriteria. Insya Allah barokahnya bagus. Ketemu di pengajian. Aku Nggak bisa komentar banyak soal itu. Deket sama Nuri, tapi jangan diperpanjang lagi. Please. Saya nggak bisa komentar banyak, karena masih adaptasi, papar Ferry, sedikit malu-malu.
Berbeda dengan Nuri, Fery kelihatan lebih terbuka. Walaupun terbilang masih seumur jagung, pemeran sejumlah sinetron Hidayah ini dengan terus terang bercerita soal tahap hubungan yang sedang dijalaninya, bersama Nuri ini.
"Belum target menikah,jalanin aja dulu. Insya Allah niat baik diijabah Allah, papar aktor yang juga presenter ini.
Langganan:
Postingan (Atom)