Laman

Sabtu, 16 Mei 2009

Sambut Pilpres Pemdes Nyiur Indah Serahkan Data DPT Ke KPUD Selayar



Laporan : Fadly Syarif
Setelah sebelumnya Pemerintah Desa Nyiur Indah, Kecamatan Taka Bonerate, menerima kiriman format DPS (Data pemilih sementara) dari Disduk Capil Kabupaten Kepulauan Selayar untuk diadakan pemutakhiran kembali di masing-masing wilayah. Hari, Sabtu (16/5) 2009 pagi, bertempat di Kantor KPUD Kabupaten Kepulauan Selayar, Pemdes setempat kembali menyerahkan rekap hasil pemuktahiran kembali data wajib pilih untuk wilayah Desa Nyiur Indah.
Dari hasil pemuktahiran kembali data wajib pilih di Desa Nyiur Indah terungkap, jika pada pemilu legislatif kemarin, terdapat sekitar 40 orang warga masyarakat yang tidak sempat tercatat dalam daftar wajib pilih tetap.
Dan kalau pada pemilu legislatif lalu, Pemerintah Desa Nyiur Indah hanya sempat mendaftarkan 944 orang wajib pilihnya, menjelang pemilihan presiden yang dijadwalkan akan berlangsung pada bulan Juli mendatang, terjadi penambahan data wajib pilh dari 944 menjadi 984 orang, empat di antaranya adalah wajib pilih pemula.
Akan tetapi, menjelang disetornya kembali format isian hasil pemutakhiran data wajib pilih terbaru ke Kantor KPUD Selayar, tiba-tiba terjadi pengurangan kembali dari angka 984 menjadi hanya tinggal 981 orang wajib pilih.
Menyusul meninggalnya tiga orang warga desa setempat, yang disusul kemudian dengan berpindah domisilinya tiga orang warga lainnya dari Desa Nyiur Indah ke Desa Batang, Kecamatan Taka Bonerate. Sehingga data terakhir yang diserahkan Kades Nyiur Indah, H. Andi Agus Dg. Taidi ke Kantor KPUD Kabupaten tinggal 981 orang wajib pilih dari data awal 984 orang. (*)

Jumat, 15 Mei 2009

Melirik Perjuangan Hidup St. Kamisa Ditengah Kesengsaraan Dan Keterlunta-Luntaan Di Daerah Perantauan



Hidup menggelar dagangan jagung masak di pinggiran jalan dengan lokasi terbuka, di bawah terpaan terik panas matahari, seakan telah menjadi hal lumrah dalam rutinitas keseharian St. Kamisa. Semua itu, dilakukannya demi untuk memenuhi tuntutan kebutuhan hidupnya yang kini sebatang kara, tanpa sanak family di daerah perantauan. Panas matahari, polusi asap kendaraan bermotor, dan terpaan debu jalanan seakan bukan lagi hal baru baginya.
Kondisi ini juga, tidak sedikit pun menyurutkan tekad St. Kamisa untuk terus mencoba bertahan hidup di tengah garangnya hiruk-pikuk kehidupan perkotaan. Bahkan melakoni hidup sebagai pedagang jagung masak pinggiran jalan dengan memanfaatkan pelataran halaman Tribun lapangan Pemuda Benteng, seolah menjadi satu-satunya mata pencaharian alternatif bagi ST. Kamisa.
Dengan modal sebesar delapan ribu rupiah perhari, ia pun berjuang memulai hidup barunya, dengan cara membeli dua tandang jagung mentah dari pasar Sentral Benteng Selayar, untuk selanjutnya jagung-jagung tersebut di masak dan di jualnya dengan harga dua ribu rupiah untuk pertiga bijinya. Kalau lagi mujur, kadang jagungnya habis terjual dalam satu hari. Tapi, tidak jarang pula ia harus menanggung nasib apes, saat pembeli lagi sepi.
Dari rutinitasnya itu, dalam sehari ia mengaku bisa mendapatkan keuntungan antara sepuluh ribu sampai dua puluh ribu rupiah. Paling tidak, uang itu cukup buat biaya makannya untuk sehari-semalam.
Meski demikian, ia masih harus memikirkan biaya pembayaran listrik yang setiap bulannya dibebankan pemilik rumah tempat tinggalnya sebesar dua puluh ribu rupiah perbulan.
Pasalnya, sepeninggal Rabaing suami keduanya, ia harus tinggal numpang di rumah orang lain yang berlokasi di lingkungan Bonehalang, Kelurahan Benteng Selatan, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Beruntung, masih ada warga berhati mulia seperti St. Rapa’ yang bersedia memberikan rumah tumpangan kepadanya tanpa dikenakan biaya kontrakan sepeser rupiah pun. Akan tetapi, dengan membayar beban pemakaian listrik, ia tetap saja merasa hampir sama halnya, dengan membayar biaya tanah tempat berdirinya, bangunan rumah yang ia tinggali sekarang ini.
ST. Kamisa Ditinggal Wafat Putera & Suaminya

Kesengsaraan wanita asal Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba ini serasa kian lengkap. Setelah salah seorang puteranya, yang lahir dari hasil perkawinannya dengan sang suami pertama, tiba-tiba berpulang ke Rahmatullah. Tiga orang anaknya yang lain malah memilih tinggal jauh sang ibu.
Semenjak itu, penderitaan bertubi-tubi terus menimpa perempuan malang yang sudah memulai perantauannya ke Selayar sejak era gerilya penjajahan Kolonial Belanda di negeri ini pecah. Karena tidak berselang lama setelah puteranya meninggal dunia, suami dari hasil perkawinan keduanya pun keburu dijemput oleh yang Maha Kuasa.
Dan semenjak itu, dua orang anaknya yang lahir dari hasil perkawinannya dengan sang suami kedua, justeru memilih jalan sendiri untuk tinggal terpisah dari ibunya. Satu di antaranya memilih tinggal di Kabupaten Sinjai dan yang satunya lagi, saat ini tinggal di lingkungan Bonea, Kelurahan Benteng Utara, Kabupaten Kepulauan Selayar.
St. Kamisa Rangkap Profesi
Berawal dari musibah beruntung tersebut, akhirnya St. Kamisa pun harus pasrah hidup sebatang kara di Kabupaten Kepulauan Selayar dengan menggantungkan hidup pada profesi gandanya, selain sebagai penjual jagung masak pinggir jalan, ia terpaksa rangkap profesi sebagai pemulung plastik-plastik bekas dan besi-besi tua yang telah dibuang masyarakat ke tong sampah.
Dari hasil memulung ini, setidaknya ia bisa mendapatkan tambahan biaya hidup dan menutupi biaya pembayaran beban pemakaian listrik, melalui penjualan dua karung plastik bekas dengan berat rata-rata 1,5 kg perharinya. Plastik-plastik bekas tersebut kemudian dijualnya kepada para pedagang penampung dengan harga berfariasi antara se ribu rupiah sampai sepuluh ribu rupiah per kgnya (*)

Kadis Disnakertrans Angkat Bicara
Terkait Masalah St. Kamisa
Menanggapi kondisi kehidupan memilukan yang saat ini tengah dilakoni St. Kamisa, Kepala Dinas Sosial, Tenaga kerja, & Transmigrasi Kabupaten Kepulauan Selayar, H. Rustam Nur yang ditemui wartawan di rumah kediamannya di Gang 1 Jl. Jend. Sudirman, Benteng Selayar, Jumat (15/05) sore kemarin menyatakan, secara pribadi maupun kedinasan pihaknya turut merasakan keprihatinan mendalam dengan tragisnya kondisi kehidupan yang dialami St. Kamisa saat ini.
Dalam kaitan itu, ia berharap adanya kepekaan aparat Kelurahan setempat untuk dapat melakukan koordinasi dengan membuat laporan tertulis secara administrasi kepada pihak Dinas Sosial, Tenaga Kerja, & Transmigrasi untuk segera mendapatkan penanganan skala prioritas dan didiskusikan pencarian solusi dari permasalahan yang tengah dialami warga bersangkutan.
Selain itu, pihaknya juga menyayangkan lambannya pihak aparat Kelurahan Benteng Selatan yang pada pembagian bantuan sembako kemarin, tidak sempat memasukkan nama St. Kamisa ke data calon penerima bantuan.
Padahal, menurut H. Rustam Nur, warga sepertihalnya, St. Kamisa adalah salah satu kategori warga yang terjepit dan wajib dibantu agar dapat terlepas dari himpitan ekonomi. Mengingat, himpitan ekonomi adalah salah satu bentuk pemicu yang dapat menyebabkan fungsi-fungsi sosial seseorang tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya, jelas Rustam menambahkan.
Dikatakannya, terkait permasalahan ini secara spesifik, Pembukaan UUD 1945 sudah jelas mengamanatkan, negara berkewajiban memberikan perlindungan bagi setiap warga negara, sebagaimana diatur dalam pasal 27 Ayat (2) yang berbunyi : bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Hal serupa juga diatur dalam pasal 28 huruf H Ayat (3) yang menyatakan, setiap orang berhak atas jaminan sosal yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.
Oleh karenanya, pihak Dinas sosial sebagai salah satu lembaga paling berkompeten, akan menjadikan hal ini sebagai salah satu agenda pokok perbincangan yang akan digulirkan pada rapat-rapat kerja pembahasan usulan naskah RAPBD Kabupaten Kepulauan Selayar dengan lembaga DPRD Kabupaten untuk tahun Anggaran 2010. Selain itu, pihaknya juga berjanji untuk mengangkat persoalan ini melalui usulan permintaan bantuan dana APBN khususnya dalam penyusunan anggaran penataan rumah kumuh untuk Kabupaten Kepulauan Selayar melalui RAPBN tahun anggaran 2010 mendatang.
Karena secara spesifik, hal diatas juga sangat jelas diatur pada pasal 34 Ayat (1), dalam lembaran pembukaan UUD 1945 yang menegaskan, perlunya upaya-upaya perlindungan sosial bagi mereka yang berada pada situasi kurang beruntung. Dimana, ayat lain dalam pasal yang sama juga menyebutkan, fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.
Dan olehnya, Pemerintah wajib mengaplikasikan pelaksanaan amanat UUD 1945 sebagai landasan negara melalui kepekaan dan kepedulian pemerintah terhadap pembinaan sosial, tegasnya. (*)

Selasa, 12 Mei 2009

Lima Tahun Mengawal Roda Pemerintahan Desa Nyiur Indah Bersama H. Andi Agus Dg. Taidi Dengan Segudang Program Pembangunannya


Mungkin tidak banyak figur pemimpin yang mampu menyamai kepribadian H. Andi Agus Dg. Taidi, Kades Nyiur Indah, Kecamatan Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, terpilih yang dilantik dan diambil sumpahnya pada (6/8) 2008 kemarin.
Betapa tidak, ditengah kepa datan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang Kepala Desa, dia tergolong sangat lihai dalam membagi waktu untuk keluarga dan masyarakat yang dipimpinnya sebagai perwujudan komitmen Pemerintah Desa dalam rangka menjawab berbagai bentuk persoalan yang selama ini menyelimuti masyarakat Desa Nyiur Indah dan sekitarnya. Diakui, H. Andi Agus Dg. Taidi, kalau selama ini memang ada beberapa persoalan yang oleh masyarakat dianggap penting dan sifatnya krusial untuk segera dituntaskan kaitannya dengan kepentingan masyarakat setempat.
Adapun persoalan tersebut diuraikan sebagai berikut : rencana pembangunan 3 (tiga) unit Pos Siskamling masing-masing untuk Dusun Bonelambere, Bonto Bakka dan Dusun Timur. rencana pembangunan gedung TK untuk Dusun Timur, rencana pembangunan gedung pertemuan serbaguna yang memungkinkan berlangsungnya beberapa bentuk kegiatan kemasyarakatan, seperti : Rapat Pemerintah Desa, Resepsi Perjamuan/Pesta Perkawinan, dan kegiatan olahraga jenis : Bulutangkis, Sepaktakraw, Tenis meja, dan Tenis lapangan.
Dikatakannya, rencana pembangunan gedung serbaguna ini sendiri diperkirakan akan menelan dana senilai + Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah). Disamping itu, atas desakan masyarakat, kedepan pihaknya selaku Pemerintah Desa rencananya juga akan segera menuntaskan sejumlah kegiatan proyek pembangunan phisik yang dipandang perlu mendapatkan skala prioritas untuk diselesaikan dalam waktu dekat.
Seperti diuraikan berikut ini : rencana penambahan panjang dermaga Dusun Bonelambere, pembangunan drainase Dusun Timur, pengaspalan ruas jalan poros Tenggara-Desa Nyiur Indah, Penuntasan jalan poros dermaga Ferry, pembangunan jalan setapak Bonto Bakka, pembagunan jalan tani sepanjang 30 kilo meter yang memungkinkan terbukanya akses jalan baru antara Desa Nyiur Indah menuju Pusat Ibukota Pulau Kayuadi, Kecamatan Taka Bonerate.

Terakhir, rencana pengadaan tenda terowongan berikut dengan kelengkapan kursinya. Dan bila tidak ada aral melintang, kesemua persoalan ini kata Dg. Taidi Insya Allah, akan dituntaskannya melalui usulan penyusunan Rancangan APBD Kabupaten Tahun Anggaran 2010 mendatang.
Setelah sebelumnya, ia juga telah berhasil menuntaskan dua kegiatan proyek phisik pada tahun Anggaran 2009, Kegiatan pertama yaitu : pembangunan 1 (satu) unit posyandu untuk Dusun Bonelambere dengan nilai anggaran sebesar Rp. 35.000.000,- (Tiga Puluh Lima Juta Rupiah).
Akan tetapi, karena anggarannya belum dapat dicairkan, maka H. Andi Agus Dg. Taidi pun berinisiatif menggunakan dana pribadinya sambil menunggu proses pencairan anggaran yang hingga kini baru dibayarkan sebesar 30 % dari total jumlah anggaran Rp. 35.000.000,- Kegiatan kedua, lanjutan pembangunan gedung TK Dusun Bonelambere dengan nilai anggaran sebesar Rp. 24.000.000,- (Dua Puluh Empat Juta Rupiah) yang kini telah rampung 90 % dan tinggal menyisakan pekerjaan pemasangan pintu dan kaca ruangan.
Dalam kegiatan ini, Andi Agus lagi-lagi harus menggunakan dana pribadi. Mengingat, tertundanya proses pencairan anggaran untuk seluruh jajaran SKPD, Desa, Kelurahan dan Kecamatan Se-Kabupaten Kepulauan Selayar, sementara setumpuk program kerja pembangunan phisik lain terpampang di depan mata, ujarnya menambahkan.
Pada sektor pertanian, belum lama ini pihaknya juga telah berhasil merintis kegiatan pembukaan lahan Demplot kacang tanah yang berlokasi di Desa Nyiur Indah dengan luas lahan 0,5 ha bekerjasama dengan petani setempat an. Jurdin.
Kegiatan ini mulai dirintisnya sejak (13/12) 2008 kemarin, dengan sumber dana BP Kecamatan Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar. Saat ini, pembukaan lahan demplot kacang tanah tersebut telah menunjukkan bukti nyata berkat bantuan tenaga penyuluh lapangan dari Dinas Pertanian Kabupaten dalam memberikan bimbingan kepada para petani, Disamping juga ditunjang oleh penggunaan pupuk masing-masing jenis : pupuk organik panen mas, 300 kg per satu seperdua ha, pupuk urea 25 kg per satu seperdua ha, pupuk Tes 50 kg per satu seperdua ha, dan pupuk profil merah 10 gram per 15 (lima belas) liter air.
Menutup perbincangannya dengan wartawan pekan ini, H. Agus Dg. Taidi dengan tegas mengungkapkan komitmennya, bahwa selama ia masih mengemban amanah sebagai Kepala Desa Nyiur Indah, maka selama itu pula, ia akan senantiasa siap untuk menyehatkan jalannya roda Pemerintahan Desa Nyiur Indah, Kecamatan Taka Bonerate, sebagai perwujudan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab. Meski harus diakui, bahwa dalam mengemban amanah sebagai seorang Kepala Desa dibutuhkan ketabahan dengan mengenyampingkan perasaan dongkol dikala menghadapi kritikan masyarakat.
Yah, setidaknya, itulah, prinsip dasar yang senantiasa dipegang erat seorang Dg. Taidi, sebagai salah satu kunci keberhasilan. Dan hal itu pula, yang membuatnya selalu merasa senang dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang Kepala Desa. Karena dari jabatan Kades yang diembannya, kini, ia mengaku banyak mendapatkan pengalaman baru.
Ada kebanggaan tersendiri yang dirasakan H. Andi Agus Dg. Taidi, atas kemampuannya didalam melanjutkan dan memberikan warna baru pada proses perjalanan Pemerintahan di desanya. Terlebih lagi, ia masuk sebagai Kepala Desa, tatkala Desa Nyiur Indah berada dalam masa transisi pemerintahan. (Fadly Syarif)

Lokasi Demplot Pengembangan Kacang Tanah

Selasa, 21 April 2009

Pertahankan Kebugaran Jasmani


Kesehatan lebih berharga dari pada harta, dan di Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, jelas Gunawan Redha saat ditemui wartawan di ruang kerjanya Rabu, (22/04) siang kemarin. Dalam kaitan itu, pihaknya selaku Kepala Bagian Pemuda dan Olahraga Setda Pemkab Kepulauan Selayar, mengajak segenap jajaran staf di dalam lingkungan Pemkab Kepulauan Selayar untuk senantiasa menjaga kebugaran jasmani melalui pelaksanaan Kegiatan Senam Kebugaran Jasmani yang diselenggarakan pada setiap hari : Senin, Rabu dan Jumat, bertempat di halaman Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar.
Dikatakannya, Kegiatan ini sendiri diprakarsai Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (FOMI) bekerjasama Bagian Pemuda dan Olahraga Setda Pemkab Kepulauan Selayar.

Resort Address


Resort Address

PT. TAKA BONERATE MARINE SERVICE
PO.BOX 105 Baloiya Beach Selayar 92855
South Sulawesi Indonesia
Phone & Fax : 62-414-21750
Email : selayar@indosat.net.id

Head Office Bali

Jl. Kayu Jati Gg.Sridarma No. 22
Seminyak-Kuta Bali Indonesia
Phone&Fax : 62-361-738727
Email : info@selayarislandresort.com

Selayar Island Resort


Selayar Island Resort

Resort Information :

- Guest Room
Ocean Front Villa 3 rooms
With open air terrace
Semi double bed twin room, Dining room
- Room Amenities
Hot & cold shower, Toilet room, Towel
Air-conditioning, Safe deposit box,
Inside telephone, Mini-bar
Shampoo, conditioner
Free Laundry service

ACTIVITIES

- Diving (6 atolls 52 diving points)
- Boat charter for Fishing or Snorkeling
- Island hopping Mangrove tour
- Trekking & Waterfall tour
- Car charter 4 hours
- Inspection about tradtional suites in the resort kitchen
- Makassar Half day tour
- Denpasar International Airport lounge
(Free drink & food)

ACCESS

- Air Route
Bali-Sulawesi 1hour
Sulawesi-Selayar 45 minutes
Selayar Airport - Resort 5km
-Land Route
Sulawesi-Ferry port
(Private car) 5hours
Ferry 2hours
Selayar - Resort
(Private car) 1,5hours