Laman

Senin, 06 April 2009

Potensi Wisata Bahari Selayar


Panati Bone Tapalang
Pantai Bone Tapalang dan sekitarnya berpasir putih, dikelilingi hamparan terumbu karang yang sangat indah. Pantai ini dapat diakses dari dermaga Ferry Pattumbukang atau dermaga Appatanah dengan menggunakan perahu tradisional jolloro selama + 20 menit. Di lokasi ini sudah dibangun Bungalow oleh PT. SCHULTHEIS DIVE RESORT.

Melirik Taman Nasional Taka Bonerate


Beatiful Waterfall, Isn't It?
I've always loved this waterfall! You can see ones just like it near my house, just a couple of miles away
Taman laut Nasional taka Bonerate memiliki karang atol seluas 220.00 ha yang merupakan karang atol terbesar ketiga di dunia setelah karang atol Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Atol Suvadiva di Maldiva. Kawasan ini dikenal memiliki sejuta keanekaragaman biota laut yang tinggi dan merupakan habitat bagi beberapa spesies satwa laut yang langka dan menarik bagi wisatawan, terdiri dari 21 pulau dan 7 di antaranya merupakan pulau berpenghuni.
Taman Laut Nasional Taka Bonerate dapat di akses dari Pelabuhan Ferry Pattumbukang ke Pulau Tinabo atau pulau lainnya dengan menggunakan kapal motor selama ¬+ 3 jam.
Fasilitas yang tersedia termasuk penginapan masih sangat terbatas baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Meskipun harus ditempuh dengan berperahu selama 9 jam dari pelabuhan Benteng, Selayar, tetapi semua kepenatan akan berubah setelah sinar keindahan dari bawah laut Takabonerate terpancar. Sungguh laut dengan sejuta pesona

Sepenggal Catatan Sejarah Kerajaan Makassar





Kerajaan makassar yang merupakan gabungan dari kerajaan gowa dan tallo terletak di wilayah sulawesi selatan.

Penguasa kerajaan Makassar

Sultan Alauddin

Pada abad ke -17’agama islam mulai berkembang di sulawesi selatan.masuknya agama islam mendapat sambutan hangat dari masyarakat kerajaan makassar Bahkan raja makkassar kemudian juga memeluk agama islam .raja yang pertama kali memeluk agama islam adalah sultan alauddin setelah ia wafat keberadaan dan perkembangan kerajaan makkassar tidak dapat di ketahui dengan jelas .sultan alauddin memerintah dari tahun 1591 -1638 .berita mengenai perkembangan kerajaan makassar baru didapat setelah Sultan Hasaunddin naik tahta.

Sultan Hasanudin
Pada masa pemerintahannya Siltan Hasanuddin, kerajaan Makassar mencapai masa kejayaannya Sultan Hasanuddin melakukan perluasan wilayah keseluruh Sulawesi Selatan. Sultan Hasanuddin bercita-cita untuk menguasai jalur pelayaran dan perdagangan Nusantara, yaitu jalur perdagangan yang menghubungkan antara Indonesia bagian barat dengan Indonesia bagian timur. Kerajaan Makassar mengajak para pedagang untuk singga dan berdagang di pelabuhannya hal itu tidak disukai oleh pihak Belanda. Yang memiliki wilayah kekuasaan di kepulauan Maluku, keberadaan Kerajaan Makassar menjadi penghalang bagi Belanda untuk melakukan hubungan antara Ambon dan Batavia. Perkembangan selanjutnya mulai terjadi peran kecil-kecilan antara pelaut Makassar dan Belanda, Sultan Hasanuddin kemudian mengambil langkah untuk menghancurkan kedudukan pasukan Belanda di Kepulauan Maluku. Karena keberaniannya Sultan Hasanuddin dijuluki Ayam Jantan dari Timur. Serangan pertama dipimpin oleh Cornelis Sperman, serangan ini mengalami kegagalan yang menyebabkan pihak belanda mencari cara lain untuk mengalahkan kerajaan Makassar. Belanda menjalin hubungan dengan penguasa kerajaan Bone yang bernama Aruk Palakka, karena menghadapi dua musuh sekaligus maka pasukan kerajaan Makassar terdesak dan akhirnya menyerah, pihak belanda kemudian memaksa kerajaan Makassar untuk menandatangani perjanjian Bongayya. Pada tahun 1667 isi dari perjanjian Bongayya antara lain :

Pihak Belanda memperoleh hak monopoli perdagangan rempah-rempah di Kerajaan Makassar.
Belanda dapat mendirikan Benteng di pusat Kerajaan Makassar, Benteng itu diberi nama Benteng Rotterdam.
Kerajaan Makassar harus melepaskan daerah kekuasaannya, seperti Bone dan pulau-pulau diluar wilayah Makassar.
Aruk palakka diakui sebagai raja Bone.


Sultan Mappasomba
Setelah Sultan Hasanuddin turun dari tahta ia kemudian digantikan oleh Putranya yang bernama Mappasomba. Sultan Hasanuddin sangant berharap agar Mappasomba dapat bekerja sama dengan pihak Belanda. Tujuannya untuk kerajaan Makassar dapat bertahan lama, namun yang diharapkan itu tidak sesuai dengan keinginannya. Perlawanan Sultan Mappasomba akhirnya berhasil dipadamkan oleh Belanda, namun Sultan Mappasomba tidak diketahui nasibnya. Sejak saat itu kerajaan Makassar berada di bawah cengkraman Belanda.

Kehidupan ekonomi di Kerajaan Makassar

Makassar yang berkembang dengan pelabuhan Internasional ;banyak dikunjungi Portugis ;inggris; denmark; kedatangannya adalah untuk berdagang pedagang makassar dalam mengarungi lautan menggunakan kapal pinisi dan lambo untuk mengangkut rempah - rempah dari keppulauan malauku ke pulau jawa pihak belanda yang berkuasa atas monopoli perdagangan rempah-rempah di maluku menganggap pedagang makassar melakukan perdagangan gelap guna mengatur pelayaran dan perniaga di eilayah kerajaan makkassar ;disusun hu kum perniagan yang disebut dengan ade allopi loping bicaranna pabblu’e naskah itu ditulis oleh amanna gappa diatas daun lontar

Kehidupan sosial di kerajaan Makassar
Sejak abad ke-17 agama Islam mulai berkembang di Daerah Sulawesi Selatan. Mereka berperang teguh pada keyakinan bahwa Tuhan menciptakan lautan untuk semua hambanya, karena itu mereka menentang keras penguasaan laut secara sewenag-wenag oleh Belanda Makassar dikenal sebagai orang yang dinamis dan gemar melaut, mereka memiliki sifat yang terbuka dan gemar berterus terang, sifat semacam ini memang menjadi cirri-ciri dari masyarakat pesisir.

Kebudayaan Makassar dipengaruhi oleh Agama Islam.
Peninggalan kebudayaan Islam yang terdapat di Makassar adalah Mesjid Katangka, yang di bangun pada abad ke-17 selain itu terdapat pula makam Islam kuno di daerah Sulawesi Selatan hasil kebudayaan Makassar hingga kini adalah kapal Finisi. Kapal Finisi adalah hasil karya masyarakat Makassar masih dianggap sebagai sarana pengangkutan yang tangguh di lautan namun pembuatan kapal tersebut pada saat ini berdasarkan pesanan, baik dari dalam Negeri maupun mancanegara.


.

SMKN 1 Benteng Selayar Terapkan Praktek Pembuatan Proposal Kewirausahaan




Mungkin hampir dalam setiap hembusan nafas kehidupan kita kerap kali menjumpai berbagai jenis kue hasil produksi atau olahan ibu rumah tangga. Dalam kaitan itu, belum lama ini guru kewirausahan SMK NEGERI I BENTENG Selayar, telah memberikan kesempatan kepada siswa kelas III di sekolah tersebut untuk dapat mempraktekkan tata cara pembuatan proposal bantuan, bertemakan Pengolahan Industri Kue Bolu Gulung.

Kegiatan ini sendiri kata guru bersangkutan diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan siswa, setelah mereka menamatkan pendidikannya di bangku SMKN 1 Benteng Selayar. Plus diharapkan pula akan dapat mengurangi tingkat kesulitan para pedagang lokal di daerah ini, khususnya bagi mereka yang bergerak pada industri pengolahan produk makanan dan kue-kue tradisional sejenis Bolu gulung.

Dikatakannya, ada beberapa faktor pemikiran yang melatar belakangi diangkatnya kue bolu gulung sebagai thema dalam praktek pembuatan proposal kewirausahaan di lingkungan SMK Negeri 1 Benteng antara lain : faktor keunggulan dalam pembuatan kue bulu gulung. Dimana proses pembuatannya tergolong praktis,. tanpa harus mengeluarkan banyak biaya untuk menghasilkan kue yang aroma dan rasanya enak pada saat dikonsumsi.

Disamping, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada para siswa untuk dapat memahami tata cara pembuatan kue bolu gulung itu sendiri.

Praktek ini sendiri menurutnya, akan menjadi penunjang tersendiri dalam pemberian penilaian oleh guru kepada siswa.

Sekilas Gambaran Selayar



Pulau Selayar adalah salah satu Kabupaten diantara 23 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi-Selatan. Terletak di ujung selatan Propinsi Sulawesi-Selatan. Dikelilingi oleh laut Flores di sebelah timur dan selatan. Selat Makassar dan laut Flore di sebelah barat dan Teluk Bone di sebelah utara.
Sebagai Kabupaten Kepulauan, Selayar memiliki wilayah daratan seluas 1.188,28 km2 (5,23%) wilayah laut + 21.136,41 km2 (94, 68%), jumlah pulau-pulau besar dan kecil sebanyak + 126 buah. Selayar memiliki potensi wisata bahari berkualitas kelas dunia. Salah satu diantaranya potensi wisata bahari andalan nasional yaitu, kawasan Taman Laut Nasional Taka Bonerate.
Kawasan ini merupakan karang atoll terbesar ketiga setelah Kwajifein di kepulauan Marshal, dan atoll Suvadiva di Maidive.
Pantai timur daratan Selayar juga memiliki potensi wisata bahari berkualitas kelas dunia dan sejak beberapa tahun lalu sudah mulai dikembangkan oleh Pemkab Selayar bekerjasama Investor dari Jerman.
Pantai Barat daratan Selayar, khususnya pantai Baloiya sedang dikembangkan. Melalui pengelolaan investor dari luar Selayar, yang kini tengah berupaya membangun sarana restoran dengan sajian menu bernuansa sari laut. Selain memang, Kabupaten Kepulauan Selayar juga ditunjang dengan keberadaan potensi wisata bahari, potensi wisata alam, panorama pegunungan menghijau dan obyek wisata budaya dengan dukungan obyek wisata seni budaya tradisional daerah yang selama ini diakui memiliki keuinkan dan daya tarik tersendiri.
Secara umum Kabupaten Kepulauan Selayar, memiliki sarana akomodasi dan restoran yang cukup baik dan memadai. Baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Demikian pula halnya, untuk sarana akses transportasi yang kini ditunjang dengan ketersediaan akses pelayaran laut dengan menggunakan ferry dan jasa penerbangan udara melalui perbaikan kualitas pelayanan.

Selayar Island Resort


Cozy resort with 2 private Beaches, 15.000 m2 garden / park, Traveler-room (similar Bambo Village) Breakfast and Fan, all other prices with Breakfast and Dinner buffet.
Beautiful ocean front on all bedroom Villas. Beach Bar with amazing sunset, professional Dive center, Nitrox, New: garden restaurant

Selayang Pandang Selayar


Saat ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar terus berupaya mengembangkan sejumlah titik lokasi potensi wisata bahari. Dari sekian banyak potensi yang terdapat di daerah ini, Dinas terkait pun telah menetapkan kawasan Potensi Unggulan untuk sektor Diving, antara lain : Taman Nasional Laut Taka Bonerate, Pantai Timur Pulau Selayar, Pantai Barat Pulau Selayar dan Kawasan Taka Lambena.

Disamping juga terdapat sejumlah destinasi pendukung lain, seperti : Pantai (teluk dan pasir putih) sunrise, sunset, panorama alam, pegunungan dan air terjun. Termasuk didalamnya, obyek wisata budaya berupa kesenian tradisional daerah yang dibagi atas : tari pakarena batt-batti, rambang-rambang, a'dinging-dinging, & dide') Ditambah dengan dukungan situs sejarah/prasejarah seperti : benda cagar budaya berupa : gong nekara, jangkar raksasa,kapal karam, mesjid tua gantarang, pemukiman tradisional/khas kampung Bitombang, dan perkampungan nelayan padang.
Dalam rangka pengembangan potensi wisata daerah, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar belakangan,terus menggalakkan kegiatan pembangunan sarana akomodasi pariwisata lainnya. Seperti : Selayar Island Resort, Selayar Dive Resort, Wisma Tanadoang, Hotel Syafira, Jammeng Resort, Selayar Beach Hotel, Matalalang Cottage, Pondok Bonerate, Hotel Mustika, Hotel Berlian, Pondok Al Mahzan, Hotel Berlian 2, dan Hotel Harmita.
Pada Sektor transportasi Kabupaten Kepulauan Selayar dapat diakses dengan menggunakan beberapa sarana transportasi alternatif. secara reguler Selayar dapat diakses dengan menggunakan bus AKDP melalui Terminal Mallengkery pada setiap jam 08.00 sampai jam 09.00 pagi.
Dalam perjalanan menuju Ke Kabupaten Kepulauan Selayar, pengunjung akan di ninabobokkan dengan indahnya panorama alam Kabupaten Gowa, Takalar, Je'neponto, Bantaeng, dan Bulukumba.
Dari Kabupaten Kepulauan Bulukumba, perjalanan akan dilanjutkan dengan pelayaran melalui Pelabuhan Bira Bulukumba dengan menggunakan kapal ferry menuju Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar dengan lama perjalanan 90 menit
Dari Pelabuhan Pamatata, perjalanan akan berlanjut menuju Kota Benteng dengan lama perjalanan 60 menit.
Selain itu, Kabupaten Kepulauan Selayar kini juga telah dapat diakses melalui pemanfaatan jasa penerbangan udara, dari Bandar Udara Hasanuddin Kabupaten Maros, menuju Bandar Udara H. Aroeppala, Padang, Kabupaten Kepulauan Selayar selama 45 menit.